Sosiologi UMM Sapa Mojokerto, Ajak Siswa SMAN 1 Kutorejo Kenali Prospek Karier Sosial

Mojokerto, 5 Januari 2026 – Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menggencarkan program strategis Mahasiswa Back to School (MBTS) dalam rangka perekrutan mahasiswa baru. Selain di Blitar, kegiatan kali ini juga menyasar SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan pada hari yang sama, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran utuh dan komprehensif mengenai studi sosiologi kepada para siswa, khususnya kelas 12 yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan tinggi. Delegasi mahasiswa Prodi Sosiologi UMM hadir langsung untuk berbagi pengalaman (sharing session), membedah informasi kurikulum, menceritakan serunya kehidupan kampus (campus life), hingga memaparkan prospek karier lulusan sosiologi yang luas. Kehadiran tim MBTS Sosiologi UMM mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kutorejo, Nur Itwati, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada UMM atas inisiatif jemput bola ini. Menurutnya, program MBTS merupakan langkah strategis dalam membuka cakrawala siswa mengenai pilihan program studi yang relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Melalui sosialisasi ini, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai Program Studi Sosiologi UMM, baik dari sisi keilmuan, peluang karier, maupun peran sosiologi dalam memahami dan menyelesaikan persoalan sosial,” ungkap Nur Itwati. Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini tidak sekadar berhenti pada penyampaian informasi, namun mampu menjadi pemantik motivasi bagi siswa. “Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan mempersiapkan masa depan akademik mereka dengan lebih matang dan terencana,” tambahnya. Antusiasme siswa SMAN 1 Kutorejo terlihat jelas sepanjang sesi diskusi. Bagi Prodi Sosiologi UMM, MBTS bukan sekadar ajang promosi, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan dunia sekolah dengan realitas dunia kampus. Melalui program ini, Sosiologi UMM berupaya memperkenalkan ilmu sosiologi secara aplikatif dan menginspirasi generasi muda untuk kelak berkontribusi dalam memecahkan berbagai masalah sosial di masyarakat.
Kuliah Praktisi: Strategi Praksis Antara Peran NGO Professional dan Manajemen CSR

Kuliah Praktisi: Strategi Praksis Antara Peran NGO Professional dan Manajemen CSR Kuliah Praktisi oleh Prodi Sosiologi FISIP UMM Malang, 8 Mei 2025 (Meeting Room Dormy Hostel UMM)– Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelanggarakan kuliah praktisi bertajuk ” Strategi Praksis Antara Peran NGO Professional dan Manajemen CSR” Kegiatan ini menghadirkan Heroik Pratama,M.I.P dari Perludem Jakarta sebagai ahli praktisi. Dalam sambutan Kaprodi Sosiologi, Luluk Dwi Kumalasari, S.Sos, M.Si. “Program COE Sosiologi merupakan program networking mahasiswa dalam mengenal konsep manajemen NGO yang professional sekaligus CSR management di Perusahaan,”ungkap Luluk. Saat memberikan sambutan dalam kuliah praktisi COE Sosiologi Kelas Professional Manager. Ahmad Arrozy sebagai Programmer (P.I.C) COE Sosiologi menekankan pentingnya peran bridging atau jembatan antara masyarakat, akademisi, dan NGO sebagai fondasi penguatan organisasi masyarakat sipil yang berkelanjutan dan berdampak luas. Ia menyampaikan bahwa NGO mampu menjadi penghubung yang efektif dalam regenerasi mahasiswa dan kekuatan civil society diharapkan dapat menjadi pengubah permainan (game changer) dalam prospektif masa depan demokrasi Indonesia. Sementara itu, Heroik Pratama menyoroti secara khusus isu keterwakilan perempuan dalam NGO sebagai studi kasus bagi pelatihan identifikasi peserta COE. Ia menyampaikan data dan pengalaman di lapangan yang menunjukkan belum maksimalnya pemahaman dan strategi pemenangan perempuan di pemilu, desain kebijakan candidacy quota 30% perempuan yang belum maksimal, dukungan pendanaan terhadap perempuan yang lemah, tingginya tingkat kekerasan dalam politik terhadap perempuan, belum maksimalnya pemahaman dan strategi pemenangan perempuan di pemilu. Menurut Heroik, keterwakilan perempuan bukan hanya soal angka, tapi juga menyangkut kualitas partisipasi dan pengambilan keputusan yang berkeadilan terhadap gender. Kegiatan ini mengajak mahasiswa COE Sosiologi untuk lebih kritis dan reflektif dalam memahami dinamika NGO, sekaligus membuka ruang dialog terkait penguatan partisipasi kelompok civil society dalam gerakan sosial. (ozz)