Sosiologi UMM Gandeng BRIN Mengenalkan Isu Water Energy Nexus Melalui Kuliah Tamu Nasional

Malang 03 Juni 2026 – Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema Water–Energy Nexus yang menghadirkan Yogi Setya Permana, peneliti dari Pusat Riset Politik BRIN sekaligus Ocean Literacy Expert UNESCO Western Pacific. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Juni 2026 bertempat di Aula GKB (Gedung Kuliah Bersama) IV Lantai 9 UMM. Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis untuk mendalami keterkaitan antara air dan energi, serta implikasinya terhadap kehidupan sosial-ekologis masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa air tidak dapat dipandang semata sebagai sumber daya teknis, melainkan bagian dari sistem ekologis yang kompleks dan dinamis. Fenomena banjir, misalnya, dijelaskan bukan hanya sebagai bencana, tetapi sebagai mekanisme alami yang berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah, siklus pertanian, dan keberlanjutan ekosistem sungai. Perspektif ini membuka wawasan peserta bahwa intervensi manusia terhadap sungai, seperti stabilisasi aliran, berpotensi menghilangkan fungsi ekologis penting yang selama ini menopang kehidupan masyarakat. Lebih lanjut, diskusi mengangkat studi kasus pengelolaan Sungai Bengawan Solo, khususnya dalam konteks kebutuhan air untuk industri energi. Kebijakan pengendalian sungai yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan air industri ternyata membawa konsekuensi sosial dan ekologis yang tidak merata. Di satu sisi, stabilitas air mendukung operasional industri, namun di sisi lain menimbulkan risiko jangka panjang bagi sektor pertanian dan masyarakat desa, seperti menurunnya debit air, mengeringnya sumur warga, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Kuliah tamu ini juga menyoroti munculnya dinamika baru dalam tata kelola air di tingkat lokal. Melemahnya peran institusi pengelola air mendorong munculnya aktor-aktor privat yang mengelola distribusi air secara informal, sehingga air bertransformasi dari sumber daya bersama (commons) menjadi komoditas. Kondisi ini memperlihatkan bahwa akses terhadap air tidak lagi sepenuhnya setara, melainkan dipengaruhi oleh relasi kuasa dan kepentingan politik di tingkat lokal. Melalui kegiatan ini, Prodi Sosiologi UMM menegaskan pentingnya pendekatan sosiologis dalam memahami isu lingkungan, khususnya dalam melihat air sebagai arena relasi kuasa, bukan sekadar sumber daya alam. Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si, juga memberikan penekanan tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan untuk mahasiswa sebagai generasi masa kini. “Saat ini bahkan sudah ada beras sintetis. Jangan sampai anak-anak kita nanti merasakan adanya air sintetis”, ujarnya. Isu water–energy nexus diharapkan dapat menjadi perhatian bersama dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan kuliah tamu ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, yang aktif terlibat dalam diskusi kritis mengenai pertanyaan-pertanyaan reflektif, seperti siapa yang diuntungkan dari stabilisasi sungai dan siapa yang menanggung risiko ekologisnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UMM terus berkomitmen menghadirkan forum akademik yang relevan dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kepekaan sosial mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan kontemporer.