Estafet Kepemimpinan Lab Sosiologi UMM: Perkuat Sinergi Akademik dan Inovasi Berbasis Kepakaran
Malang, 6 Februari 2026 – Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melakukan penyegaran kepemimpinan laboratorium melalui prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat di Ruang 629, Gedung Kuliah Bersama (GKB) I UMM pada Jumat (6/2). Agenda ini merupakan tindak lanjut dari surat keputusan universitas yang telah terbit sejak 22 Januari 2026 lalu, di mana baik pejabat lama maupun baru telah menerima surat resmi dari Biro Administrasi Keuangan, Kepegawaian, dan Umum (BAKKU) UMM. Dalam prosesi tersebut, Mochamad Aan Sugiharto, M.Sosio., secara resmi mengakhiri masa pengabdiannya. Estafet kepemimpinan kini beralih kepada Ahmad Mujahid Arrozy, M.Sos., yang telah menerima surat tugas sebagai Kepala Laboratorium (Kalab) Sosiologi UMM yang baru. Kehadiran para dosen senior, pimpinan prodi, hingga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., semakin menegaskan pentingnya momentum transisi ini bagi masa depan akademik fakultas. Dr. Fauzik Lendriyono dalam sambutannya menekankan bahwa amanah baru ini membawa ekspektasi besar, terutama dalam menjadikan laboratorium sebagai pusat inovasi yang melampaui rutinitas administratif. Beliau menyoroti kekayaan sumber daya manusia di Sosiologi UMM yang diperkuat oleh deretan profesor berpengalaman. Menurutnya, kepakaran para guru besar tersebut harus mampu diterjemahkan oleh Kalab baru menjadi program-program riset yang nyata. Dengan manajemen yang tetap terkendali di bawah koordinasi program studi, laboratorium diharapkan memiliki keleluasaan untuk menyebarkan kemanfaatan ilmu sosiologi secara lebih luas dan berdampak signifikan bagi masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Mochamad Aan Sugiharto menyampaikan memoar perjalanan laboratorium selama masa kepemimpinannya. Selain memberikan apresiasi, ia juga menitipkan harapan strategis terkait penguatan sumber daya manusia, khususnya kebutuhan tenaga laboran yang sangat krusial untuk merealisasikan berbagai gagasan besar ke depan. Di sisi lain, Ahmad Mujahid Arrozy selaku Kalab baru menyambut tantangan tersebut dengan visi keterbukaan. Ia berkomitmen menjadikan laboratorium sebagai ruang berkarya yang inklusif bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam memperkuat daya saing riset dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. Acara kemudian ditutup dengan diskusi strategis mengenai proyeksi laboratorium ke depan yang fokus pada empat pilar utama. Fokus tersebut meliputi pembangunan sinergi laboratorium antar jenjang pendidikan (S1, S2, dan S3) guna penguatan akreditasi LAMSPAK, keberlanjutan program-program positif yang telah berjalan, serta pemetaan kepakaran dosen yang lebih tajam. Selain itu, optimalisasi publikasi melalui jurnal dan buletin Society menjadi target prioritas untuk memastikan bahwa pemikiran-pemikiran sosiologis dari Kampus Putih terus mewarnai diskursus publik dan memberikan solusi nyata bagi bangsa. (r)