Sosiologi
Universitas Muhammadiyah Malang
Sosiologi
Universitas Muhammadiyah Malang

Apa Kata Alumni

Apa Kata Alumni

Tidak terasa Jurusan Sosiologi sudah berusia 15 tahun, tepatnya tanggal 18 juni 2014. Ratusan alumni sudah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia bahkan luar negeri. Beragam pekerjaan berhasil dengan sukses digeluti oleh mereka. Pekerjaan tersebut antara lain Guru , Pegawai Bank, PNS di PemKab maupun Pemkot, LSM, Usahawan sukses, kepala Desa, Staff CSR di Perusahaan besar, Wartawan, Dosen, sampai anggota DPR. Hal tersebut menunjukkan jika sosiologi telah memberi bekal knowledge dan pengalaman lapang yang berarti bagi pengembangan potensi alumni. Beberapa cerita alumni berikut adalah contoh sukses yang diharapkan bisa menjadi cermin positif bagi mahasiswa baru untuk selalu punya Achievement (dorongan berprestasi) yang kuat bagi tercapainya keinginannya kelak.

1. Dean Maulana ( Angakatan 2010, sebelum wisuda pada tanggal 6 September 2014 sudah diterima di divisi CSR PT. Pelabuhan Indonesia)      

Semester akhir penuh tantangan dan juga pengalaman, tantangan ini berawal dari sebuah mata kuliah yang mengharuskan mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia kerja (PKL). Sebagai mahasiswa awalnya ini adalah program yag menakutkan untuk diaplikasikan, karena terjun dan berhadapan langsung dengn dunia kerja. Proses PKL dimulai dari mahasiswa memilih peusahaan yang akan dijadikan tempat PKL. Setalah selesai memilih barulah kita bersentuhan dengan dunia kerja. Saya ditempatkan di divisi CSR Pelabuhan Indonesia III.

            Praktek kerja lapang membawa nasib dan keberuntungan saya, sebelum wisuda ada lowongan pekerjaan di PT Pelabuhan Indonesia. saya mengirimkan aplikasi lamaran. Seleksi demi seleksi penulis ikuti dengan penuh semangat. Ketika seleksi wawancara, saya mendapatkan pertanyaan pertanyaan seperti ini. Apa pengelaman kamu sehingga berani melamar di perusahaan ini? Kamu punya modal apa? Saya langsung menceritakan pengalam ketika PKL dibidang CSR atau PKBL. Setelah itu seleksi terus dilakukan dan hasilnya pun tidak sia- sia. Pekerjaan yang selama ini saya impikan berhasil saya raih dengan usaha dan kerja keras. Saya ditempatkan di Divisi CSR, sangat sesuai dengan passion saya, apalagi PKL dan skripsi saya membicarakan tentang CSR.

            Tanpa disadari, mata kuliah wajib tersebut telah menjadi berkah bagi saya. Lakulakan Praktek Kerja Lapangan dengan sepenuh hati, karena tanpa disadari kita sedang berproses di dunia kerja dan meng-inisiasi pikir kita tentang realitas pekerjaan yang sesungguhnya.Jangan takut untuk melakukan perubahan, mencoba hal – hal yang baru dan menerima tantangan yang besar dalam hidup kita. Karena itulah yang sampai saat ini merubah pribadi dan nasib saya.   Berawal pengalaman PKL, berakhir juga dengan pekerjaan yang dulunya saya lakukan saat PKL.

2. Edo (Angkatan 2010, satu hari setelah wisuda langsung mendapatkan panggilan test dan sktr 1 bulan berikutnya diterima bekerja)

            Alhamdulillah, saya bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun. Perjuangan yang berat untuk bisa melakukan hal tersebut, karena ada dua tugas penting yang harus dilakukan selama 4 bulan ( Oktober 2013 s/d Januari 2014) yaitu menyelesaikan PKL dan membuat laporan PKL dan dalam saat yang bersamaan harus menulis skripsi. Tidak ada waktu tanpa bersahabat dengan laptop. Saya yakin dengan kemauan yang keras semua bisa dilakukan. Pada akhirnya kerja keras saya berakhir dengan indah. Pada Februari tahun 2014 saya diwisuda.

            Berkah seakan terus menaungi saya, betapa tidak, hari Sabtu wisuda, hari Senin sudah mendapatkan panggilan test dari Bank  Danamon.  Tes demi tes, baik tertulis maupun wawancara bisa saya lalui dengan baik. Muara akhirnya, saya dinyatakan lulus dan berhak untuk ikut pendidikan perbankan selama 1 bulan di Bogor. Setelah itu merasakan riil bekerja saya lalui di Bank Danamon. Selama 5 bulan saya mencecap atmosfer Bank Danamon. Passion bekerja di Bank membawa saya mengikuti test di Bank lain, tepanya di BRI. Alhamdulillah, sudah sekitar 1 bulan saya berkarir di Bank BRI Cabang Martadinata Malang dan menjalani tugas dinas di Unit Ampelgading Malang sebagai Customer Service. Jangan pernah minder menjadi mahasiswa sosiologi UMM, saat kita punya kebanggan terhadap jurusan yang kita pilih, saat itu sejatinya kita sedang menanam passion yang luar biasa terhadap keinginan kita kelak.

3. Sri Rahmiyati (Angkatan 2003, Tidak punya Sertifikat Akta Mengajar tapi bisa menjadi guru tetap yayasan di SMA bergengsi milik Perusahaan Listrik Paiton, Probolinggo, yaitu SMA Tunas Luhur)   

            Tidak terbayangkan saya akan menjadi seorang pendidik. Hal tersebut dikarenakan saya tidak punya sertifikat akta mengajar (pada saat itu, sertifikat tersebut menjadi senjata ampuh untuk bisa berkarir di dunia pendidikan walau bukan lulusan FKIP). Setelah lulus, saya memberanikan diri untuk melamar pekerjaan menjadi guru. Inipun sebetulnya gambling juga, sebab saya melamar menjadi guru di sebuah sekolah milik perusahaan besar yaitu Perusahaan Listrik Paiton. Nama sekolahnya adalah SMA Tunas Luhur. Tentunya standarisaasi yang mereka inginkan tinggi, dibuktikan dari jumlah murid yang diterima tidak terlalu banyak, harapannya agar proses belajar bisa berjalan lebih kondusif. Tanpa bekal akta, kaki melangkah dengan entengnya menuju sekolah tersebut. Dag dig dug juga, bisa tidak ya diterima hanya dengan mengandalkan ijazah Sarjana tanpa senjata utama sertifikat mengajar. Bayangan tidak diterima tentunya menggelayut di kepala. Pasrah saja, yang paling penting adalah berusaha.

            Allah memang selalu punya skenario yang tidak pernah diduga oleh manusia. Saya justru diterima dengan sangat terbuka oleh mereka. Sekolah tersebut justru membutuhkan guru sosiologi yang benar-benar lulusan S1 Sosiologi bukan S1 dari Sosiologi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Bagi mereka lulusan s1 ssiologi murni akan mampu memberikan poengajaran sosiologi dalam kedalaman substansi sosiologi. Inilah berkah yang luar biasa yang saya rasakan. Pada akhirnya saya bisa menjadi Guru Sosiologi walau tidak mempunyai sertifikat akta mengajar dan bukan dari sosiologi FKIP. Tanggungjawab saya selanjutnya adalah mengaplikasikan ilmu sosiologi saya sebagai kedalaman substansi sosiologi dalam space yang lebih sederhana yaitu murid-muridku SMA Tunas Luhur, Paiton, Probolinggo. Ada perasaan bahagia yang luar biasa, manakala dua murid saya yang saya sarankan masuk ke S1 Sosiologi UMM ternyata saat sekarang menjadi mahasiswa Sosiologi UMM bisa berprestasi dengan baik. Allah akan selalu memberi skenario yang baik kepada kita, manakala kita komitmen dengan pilihan kita dan menjadikan setiap tindakan kita adalah berkan dan berakhir dengan manifestasi syukur kepada-Nya. Amien.

 

                 

Shared: